Gerimis halus di tiang tiang lampu temaram..
ramai disini, rasanya bbegitu melankoli melihati yang terurai dan berjatuhan..
ini masih tentang rindu yang mengiris-iris pinggiran hati sampai hanya gatal otakku memikiirnyya
satu wajah yang enggan puudar sedari subuh tadi.
berjelaga wangi kesat..
aku benci begini, ingin rasanya terpejam dan tidak lagi terbangun dengan bimbang yang melemahkan
aku menelani seteguk demi seteguk hikmah dalam pualam semesta
sampil memejamkan mata, menghela nafasdan lalu kembali melankoli di hari kamis pada pagi-pagi
kata orang Rindu itu indah..
namun bagiku ini menyiksa..
masih tentang bait rindu yang berserakan tiap harinya dilantai-lantai hatiku semakin menumpuk
aku takut dan tidak mau lagi sungguh.
bagaimana jika aku masih begini besok dan beso lagi?
bagimana kalau aku jadi sakit karena terlalu pekat dan erat?
ini masih tentang rindu yang menerka-nerka wajah hingga nyata
lewat aroma, lewat lintasan duka, lewat jelaga nada
Kamis, 06 Maret 2014
Bagaimana ini?
underneath the moon
underneath the stars..
:)
apa kabar..
ini surat untukmu. kau yang selalu disini.. memanjang dan tidak satupun pulih begitu saja..
sampai bosan menceracau tetap saja kau tidak tahu.
apa harus patah sampai tidak tau bagaimana caranya tegak dahulu agar bisa menegaskan warna abu-abu dan segala warna suram yang indah.
Aku merindukanmu dengan sangat.
apa kau merindukanku?
apa kau juga bermimpi tentang ku setiap habis menangis sendirian dan lalu terbangun lagi
Aku merindukanmu dengan logika dan hatiku yang membuncah-buncah
apa kau merindukanku?
aku merindukanmu hingga mataku kepanasan
apa kau merindukanku juga sedemikian?
apa kau merindukanku menari bersama dalam lantunan musik yang beriringan sampai bosanku tak karuan?
aku merindukanmu dengan sejagat nafas yang aku hirup disetiap malam dan fajar datang.
wangi pagi yang sering aku hirup bersamaan.
apa kau merindukanku juga?
jika tidak..bisakah tidak muncul pada segalanya aku?
aku merindukanmu, sampai aku benar-benar sangat tidak mengerti apa yang harus aku katakan..
aku..
apa kau merindukanku?
apa kau juga merindukan senja dipemakaman dengan sekotak teh dan wajah jatuh cinta?
apa kau bahkan mengingatku?
aku.. merindukanmu.kan dengan ingatan mimpi indah dan ingatan yang tidak kuterjemahkan karena kebingungan.
begini saja sudah cukup, seharusnya.
berdansa di sore hari dengan sekotak pizza bersama mayonaise kesukaanmu.. mulut yang sibuk seruputan jus buah dengan gaya hidup terpampang jelas disana menuggu untuk ku eje perlahan " Hiduplah bersamaku, begini saja"
aku,..
apa kau merindukanku?? aku..
benr-benar sangat kelelahan disini...aku sangat kelelahan sampai tidak tau harus berkata apa padamu
aku ingin berdansa disore hari denganmu, sekali saja lagi, sambil melihatimu yang sibuk seruputan dengan sekotak pizza besar dan kemudian sudah.. aku ingin begitu sekali lagi saja..
apa kau bisa merindukanku sekali lagi saja?
aku..benar-benar merindukanmu.
apa yang harus aku laku
underneath the stars..
:)
apa kabar..
ini surat untukmu. kau yang selalu disini.. memanjang dan tidak satupun pulih begitu saja..
sampai bosan menceracau tetap saja kau tidak tahu.
apa harus patah sampai tidak tau bagaimana caranya tegak dahulu agar bisa menegaskan warna abu-abu dan segala warna suram yang indah.
Aku merindukanmu dengan sangat.
apa kau merindukanku?
apa kau juga bermimpi tentang ku setiap habis menangis sendirian dan lalu terbangun lagi
Aku merindukanmu dengan logika dan hatiku yang membuncah-buncah
apa kau merindukanku?
aku merindukanmu hingga mataku kepanasan
apa kau merindukanku juga sedemikian?
apa kau merindukanku menari bersama dalam lantunan musik yang beriringan sampai bosanku tak karuan?
aku merindukanmu dengan sejagat nafas yang aku hirup disetiap malam dan fajar datang.
wangi pagi yang sering aku hirup bersamaan.
apa kau merindukanku juga?
jika tidak..bisakah tidak muncul pada segalanya aku?
aku merindukanmu, sampai aku benar-benar sangat tidak mengerti apa yang harus aku katakan..
aku..
apa kau merindukanku?
apa kau juga merindukan senja dipemakaman dengan sekotak teh dan wajah jatuh cinta?
apa kau bahkan mengingatku?
aku.. merindukanmu.kan dengan ingatan mimpi indah dan ingatan yang tidak kuterjemahkan karena kebingungan.
begini saja sudah cukup, seharusnya.
berdansa di sore hari dengan sekotak pizza bersama mayonaise kesukaanmu.. mulut yang sibuk seruputan jus buah dengan gaya hidup terpampang jelas disana menuggu untuk ku eje perlahan " Hiduplah bersamaku, begini saja"
aku,..
apa kau merindukanku?? aku..
benr-benar sangat kelelahan disini...aku sangat kelelahan sampai tidak tau harus berkata apa padamu
aku ingin berdansa disore hari denganmu, sekali saja lagi, sambil melihatimu yang sibuk seruputan dengan sekotak pizza besar dan kemudian sudah.. aku ingin begitu sekali lagi saja..
apa kau bisa merindukanku sekali lagi saja?
aku..benar-benar merindukanmu.
apa yang harus aku laku
Kamis, 21 November 2013
Pengemis
kadang, untuk bisa berdiri di kedua kaki yang letaknya besilangan harus memiliki kekuatan lebih menopang tubuh..apalagi yang tak punya kaki..
semalaman menceracau dalam mimpi buruk.. hari ini sedikit merenung dan lagi-lagi mataku becek, meski diawali dengan binaran-binaran tak enak.
baru sadar, untuk sampai diposisi yang begini sekarang dan begitu kemarin..tidak pernah memikirkan mana yang lebih tinggi, hanya saja cukup sadar bahwa peran orang lain lah yang membuat aku yang kemarin dan aku sekarang, tetap berada dibawah.. tetap sama seperti kemarin, yang sangat menyedihkan adalah, ketika semua mata mendapatkan hal yang sangat terlihat, nampak luar biasa pada aku..tapi sebenarnya bukan..tidak. jika kalian tahu bahwa aku berada di tempat orang2 hebat itu..maka akulah yang paling rendah penghargaannya..akulah orang terakhir yang keistimewaannya rendah. kemampuannya rendah dan aku yakin ini bukan obat untuk mataku yang sedari tadi berkaca-kaca.. hanya saja kalimat dan kesadaran begini merupakan bahasa menemani. setidaknya logikaku tidak sendirian sakit, karena hatiku juga ikut menemani phobia nya.
katanya, kata seorang teman hidupku begini semalam ' kau tahu, kenapa para profesor itu dianggap kompeten?? bukan karena mereka hebat karena ilmu mereka. tapi mereka juga mampu mengalahkan emosi , mereka,.perasaan direndahkan dan hati yang dipukuli'
diakhir kalimatnya yang banyak ada kata maaf disana, aku mengerti dia tidak bermaksud meninggalkanku. terimakasih untuk semuanya.
sesuatu yang tidak bisa kita duga, aku dengan sangat mudah ada disana dan disini..tapi apa kalian tahu, untuk berada di tempat satu dan dua atau ketiga.. aku bisa saja disana dengan berjalan memakai sandal biasa yang diberikan orang lain padaku. sedang disana, tempat yang aku tuju.. mereka semua memakai sepatu atau sandal bertali yang mereka beli sendiri. bagaimana perasaanmu ketika jadi aku? deddy long legs, aku fikir aku punya hal semacam itu dalam hidupku. deddy long legs..
aku sudah mengalami, ini, dmana semuanya terlihat mengemis selain pada Tuhan.. hhh..mengemis selain pada Tuhan.
semalaman menceracau dalam mimpi buruk.. hari ini sedikit merenung dan lagi-lagi mataku becek, meski diawali dengan binaran-binaran tak enak.
baru sadar, untuk sampai diposisi yang begini sekarang dan begitu kemarin..tidak pernah memikirkan mana yang lebih tinggi, hanya saja cukup sadar bahwa peran orang lain lah yang membuat aku yang kemarin dan aku sekarang, tetap berada dibawah.. tetap sama seperti kemarin, yang sangat menyedihkan adalah, ketika semua mata mendapatkan hal yang sangat terlihat, nampak luar biasa pada aku..tapi sebenarnya bukan..tidak. jika kalian tahu bahwa aku berada di tempat orang2 hebat itu..maka akulah yang paling rendah penghargaannya..akulah orang terakhir yang keistimewaannya rendah. kemampuannya rendah dan aku yakin ini bukan obat untuk mataku yang sedari tadi berkaca-kaca.. hanya saja kalimat dan kesadaran begini merupakan bahasa menemani. setidaknya logikaku tidak sendirian sakit, karena hatiku juga ikut menemani phobia nya.
katanya, kata seorang teman hidupku begini semalam ' kau tahu, kenapa para profesor itu dianggap kompeten?? bukan karena mereka hebat karena ilmu mereka. tapi mereka juga mampu mengalahkan emosi , mereka,.perasaan direndahkan dan hati yang dipukuli'
diakhir kalimatnya yang banyak ada kata maaf disana, aku mengerti dia tidak bermaksud meninggalkanku. terimakasih untuk semuanya.
sesuatu yang tidak bisa kita duga, aku dengan sangat mudah ada disana dan disini..tapi apa kalian tahu, untuk berada di tempat satu dan dua atau ketiga.. aku bisa saja disana dengan berjalan memakai sandal biasa yang diberikan orang lain padaku. sedang disana, tempat yang aku tuju.. mereka semua memakai sepatu atau sandal bertali yang mereka beli sendiri. bagaimana perasaanmu ketika jadi aku? deddy long legs, aku fikir aku punya hal semacam itu dalam hidupku. deddy long legs..
aku sudah mengalami, ini, dmana semuanya terlihat mengemis selain pada Tuhan.. hhh..mengemis selain pada Tuhan.
Selasa, 12 November 2013
Sabtu, 09 November 2013
episode 2
apa kabar?? pagi ini, memulai semuanya dengan menyeruput sereal coklat, diluaran titik-titik hujan masih bergelayutan, kaca jendelaku masih sangat buram sisa tangisan langit semalaman yang benar-benar berisik minta didengarkan. aku rasa, para langit bertengkar semalaman, dan mereka sibuk memintaku untuk mendukung mereka satu per satu. aku harap malam ini mereka tak lagi bertengkar, hingga aku bisa tertidur.
*
" paket A ya mbak, seperti biasa" wanita yang ramah ini, tubuhnya langsing, cantik,berseragam merah putih dengan motif kotak-kotak pada bagian bajunya menyiapkan pesanan makan malamku disalah satu supermarket
" oke, thank you"
aku membalasnya dengan senyum lebar.
seperti biasa, mereka memutarkan lagu-lagu romantis yang ringan didengar. aku sudah sangat hafal dengan urutan lagu yang akan diputar. aku menikmatinya, suasananya tidak begitu ramai. hanya ada beberapa orang yang duduk dimeja makan. para remaja berseragam sekolah, pria dewasa yang diperkirakan se usiaku, beberapa wanita dengan dandanan formal layaknya seorang karyawan perusahaan.
"makan disini lagi?" seketika aku menoleh, kudapati pria dengan postur sedang, kulit kuning langsat, tersenyum ramah, seketika otakku memutar-mutar bagian-bagian memorinya yang aku harap aku biosa menemukan wajah itu dengan suara yang kurasa aku mengenalnya.
"kenapa? minggu lalu waktu sarapan..., inget?" wajah itu, wajah yang bersih. harum yang membuatku ingat dengan suatu pagi menyenangkan.
"oh..mas nya. apa kabar?" aku lega, akhirnya aku mengingatnya.
"baik, o ya, saya disini lagi ya. semua meja, sepertinya sedang penuh" dengan santai iya meletakkan makanan dan minumanya di hadapan makananku, kami berbagi meja saat itu, meja yang aku pilih meja untuk berdua yang kursinya saling berhadapan. sedang kulihati sekitar, ternyata benar, semua meja penuh dengan 2, 3. 4, bahkan meja besar sudah penuh. dan aku, hanya aku yang tersisa. aku kemudian berfikir. jiuka aku jadi pria ini. pria berbaju biru muda ini juga, aku akan melakukan hal yang sama.
"o, ya. by the way. kita kebetulan ketemu lagi ya"
"hmm, kalo sekali lagi. mas nya harus kasih saya gelas cantik"
"hahahaha.. bener juga. ok deh, berarti saya harus beli gelas cantik setelah ini kelantai 2"
"bencanda" aku juga terseyum sambil tertawa ringan.
obrolan yang akrab, aku merasa nyaman, kami terus makan dengan santai. dan aku juga masih menikmati lagunya, sesekali aku akan menebak lagu berikutnya, dan pria muda didepanku itu terlihat akrab, dengan hanya senyum dan meng-iya-kan dengan antusias.
ditengah-tengah perbincangan, terdengar suara handphone.
halo, oh. iya. ok. iya sekarang. tunggu disana
wajah itu, terlihat berubah nuansa yang aku tidak kenapa sangat aneh. sejurus kemudian dia terdiam. aku bahkan tidak berani bertanya apa-apa.
"sorry ya, saya duluan"
"oh, iya. ok" aku sedikit kebingungan dengan sikap itu, sikap dingin yang berbeda. aku juga merasa khawatir, di otakku sedikit munafik ingin bertanya-tanya apa yang sedang terjadi memangnya meski aku sibukkan untuk menyuruh otakku diam.
*
akhirnya perasaan bosan yang sedari tadi ku tahan berakhir dengan beranjaknya aku dari tempat duduk itu, harum parfum itu. aku jadi penasaran untuk mencari merk apa. aku kemudian kelantai 2 untuk berjalan-jalan dan berkeliling mencari beberapa barang dan makanan ringan. disudut sana, entah kenapa. aku menemukan gelas-gelas cantik. lagi-lagi teringat pria itu, pria yang duduk dihadapanku tadi. pria yang aku bahkan tidak tahu namanya. aku benar-benar berharap bisa bertemu dengannya lagi.
to be continued..
Jumat, 08 November 2013
episode 1
salah satu doaku padaNya adalah.. agar aku dicintai. aku kini mengerti, ternyata memang aku sudah mulai dalam proses dicintai mungkin. aku hanya berfikir tentang bagaimana menerima, padahal,..ketika kita banyak mencintai, maka kita akan banyak dicintai..jadi me- daripada di itu akan membuat hidup jauh lebih berkesan.
suatu pagi di salah satu supermarket dekat tempat tinggalku yang aku akan menghabiskan sarapan pagi disana, suasananya nyaman dan menurutku cukup. Minggu pagi, aku bahkan hampir lupa dengan hari. mataku tertuju pada ibu dan anak perempuannya yang jika aku perkirakan usianya adalah usia belasan, usia-usia remaja. kau tahu, aku sedari tadi melihatinya dengan banyak sekali kalimat dan komentarku disana. dia cantik, wah..dia bahkan tidak melihat sekitarnya karena sibuk mengobrol dan sesekali ia menampakkan wajah kesal manja dan kemudian tertawa tipis manja. aku rasa, ia sangat bahagia. aku akui..aku iri.
karena terlalu sibuk melihati fikiranku yang mengobrol satu sama lain, aku jadi tak sadar ternyata ada seseorang disampingku yang ketika aku menoleh, kudapati ia sedang melihatiku keheranan. itu terlihat dari kerut keningnya yang berlipat-lipat dan satu alis mata yang berjungkit keatas. lalu aku hanya senyum kemudian buru-buru menghabiskan makananku dan menyeruput kopi hangatku.
"lagi mikirin apa mbak?" suara itu terdengar sedikit mengejutkan dari seseorang yang harusnya meninggalkan meja makannya karena bertemu dengan orang sepertiku, ditambah lagi dia sudah mendapati keheranan dengan sikapku yang tanpa aku sadari aku ternyata senyum-senyum sendiri.
"eh, ga mikirin apa-apa kok mas" jawabku sambil tersenyum tipis dan menoleh sekilas tanpa melihat wajahnya dan kembali sibuk memutar-mutar cangkir kopi yang sudah mulai dingin.
"sering sarapan disini?"
"setiap hari minggu, tapi kalau hari-hari lain tidak tentu, mas. mas nya?" aku mencoba untuk mengakrabkan diri pada suasana asing itu
"baru kali ini, tempatnya enak, makananya simple. jadi bisa langsung balik ke kantor kalo udah selesai"
"oh.." aku hanya menjawab itu, satu respon dengan satu kata yang membuat suasana hanya dipenuhi dengan lagu itu, lagu yang aku suka dengan lirik yang membahagiakan. aku yakin, aku tidak hanya senyum-senyum sendiri karena mpelihat kemesraan ibu dan anak perempuannya yang cantik, tapi juga karena lagu ini
"saya duluan ya" laki-laki itu akhirnya beranjak dari kursi disebelah kiriku.
"oh, ya" dengan canggung aku membalas pamitnya. wangi parfumnya masih tertinggal di meja kami tadi, wangi yang khas. aku sepertinya belum pernah mencium yang seperti itu tadi.
matahari mulai memanas, aku rasa benar-benar harus pergi dan menulis lagi dikamar itu. kamar yang aku lebih banyak didalamnya, tempat tinggal yang kecil. tapi lumayan nyaman untukku, sekarang saatnya aku membayar tagihan sarapanku
sebelum aku sampai dihadapan kasirnya dan membawa struk bill ku, gadis cantik yang berseragam merah putih dengan motif kotak-kotak itu sudah tersenyum ramah dan merapatkan telapak tangannya saling berhadapan pertanda salam.
"pagi mbak.." dengan senyum ramah juga aku menyapa dan sejurus kemudian aku menyodorkan uangku
"oh, maaf mbak. bill nya sudah dibayar" eh, aku bingung.
"dibayar sama siapa mbak?"
"sama ibu-ibu yang duduk di depan mbak tadi, yang berdua bersama anaknya"
"oh..wah,..makasih ya mbak"
"sama-sama mbak, selamat datang kembali"
wah..kau tau, aku merasa ibuku sedang melihatiku sedari tadi. aku hanya tersenyum dan kemudian kembali pulang.
to be continued... ^_^
Selasa, 08 Oktober 2013
rAbu Abu-Abu
Setiap manusia itu, katanya memiliki keunikan sendiri..yang nanti salah satu refleksinya ada pada loyalitas, tendensi skill, sudut pandang dll. klise memang berbicara ini pada kalian.
Rabu yang Abu-Abu.. tepat, head coverku abu-abu, dengan background langit abu-abu sedari tadi pagi, halte bis yang sangat ramai tapi orang-orang disana punya banyak ekspresi yang bergelayutan di air muka mereka, bis kota yang sesak, tapi sangat pendiam, tempat kerja yang biasa dengan sendirinya menepis segala-gala yang aku ingin tepis pun, benar-benar tidak bisa menepis segala-gala pagi ini.
Rabu Abu-Abu hari ini, berangkat dari kalimat tanyaku pada seseorang
" Apa kau sayang padaku? "
sayangnya tidak ada jawaban, benar-benar tidak dijawab.. anggap saja jawabannya adalah "tidak"
kemudian melanjutkan pencarianku tentang hidup teman-temanku dimasa lalu..mereka, terlihat semangat, hidup mereka benar-benar terbuka, aku..sampai bisa mendegar mereka berceloteh dari setiap posting yang mereka katakan disana, dihalaman elektronik itu, mereka terlihat sangat ceria, aku .aku tidak punya perasaan apapun membaca mereka, anggap saja, aku jadi pendengar dan pembaca yang buruk.
Aku selalu saja disebut-sebut didalamnya, tapi aku sama sekali tidak pernah bersuara sedikitpun, hanya menatap dan mengalirkan air mata..atau mungkin tersenyum secukupnya.
hanya memandangi dan mendengarkan mereka satu persatu, aku masukkan dalam memoriku dan kemudian aku peri lagi setelah mereka selesai. Aku rasa itu cukup.
Kau tau hidup mereka, beberapa orang itu disana hanya ada 2 jenis, dari 5 orangnya..sedang bertahan untuk hidup, sedang yang satu nya..sedang hidup untuk bertahan. keliama orang ini.. ada yang sedang benar-benar indah sangat hidupnya dengan kesadaran akan hai yang membuncah luap, yang berikutnya, dia sedang dalam proses logis dengan kecemasan yang tersimpan tipis, yang satunya adalah bongkahan semangat yang tidak tahu kapan akan memecah jadi uraian karya, yang satunya kemudian, hidup dengan optimisme yang lumayan stabil dan kesederhanaan yang membuatnya terus jalan saja tanpa peduli langit akan tersentuh ataupun tidak, mungkin karena tidak pernah memikirkannya. dan yang terakhir..yang satu ini, cukup logis dan sederhana, berjalan dengan segala yang masih ada dan yang ini lebih representatif untuk kalimat bertahan.untuk hidup. jenis yang satunya, yang paling berbeda, dia hanya punya keluhan pasrah dihatinya, dia tidak henti=hentinya memandangi langit, mungkin sesak. tapi..aku tidak yakin dia baik-baik saja.
Pagi ini hanya melongong dengan langit yang kadang keengganan muncul. hanya itu saja.
setidaknya terimakasih untuk hari ini/
Rabu yang Abu-Abu.. tepat, head coverku abu-abu, dengan background langit abu-abu sedari tadi pagi, halte bis yang sangat ramai tapi orang-orang disana punya banyak ekspresi yang bergelayutan di air muka mereka, bis kota yang sesak, tapi sangat pendiam, tempat kerja yang biasa dengan sendirinya menepis segala-gala yang aku ingin tepis pun, benar-benar tidak bisa menepis segala-gala pagi ini.
Rabu Abu-Abu hari ini, berangkat dari kalimat tanyaku pada seseorang
" Apa kau sayang padaku? "
sayangnya tidak ada jawaban, benar-benar tidak dijawab.. anggap saja jawabannya adalah "tidak"
kemudian melanjutkan pencarianku tentang hidup teman-temanku dimasa lalu..mereka, terlihat semangat, hidup mereka benar-benar terbuka, aku..sampai bisa mendegar mereka berceloteh dari setiap posting yang mereka katakan disana, dihalaman elektronik itu, mereka terlihat sangat ceria, aku .aku tidak punya perasaan apapun membaca mereka, anggap saja, aku jadi pendengar dan pembaca yang buruk.
Aku selalu saja disebut-sebut didalamnya, tapi aku sama sekali tidak pernah bersuara sedikitpun, hanya menatap dan mengalirkan air mata..atau mungkin tersenyum secukupnya.
hanya memandangi dan mendengarkan mereka satu persatu, aku masukkan dalam memoriku dan kemudian aku peri lagi setelah mereka selesai. Aku rasa itu cukup.
Kau tau hidup mereka, beberapa orang itu disana hanya ada 2 jenis, dari 5 orangnya..sedang bertahan untuk hidup, sedang yang satu nya..sedang hidup untuk bertahan. keliama orang ini.. ada yang sedang benar-benar indah sangat hidupnya dengan kesadaran akan hai yang membuncah luap, yang berikutnya, dia sedang dalam proses logis dengan kecemasan yang tersimpan tipis, yang satunya adalah bongkahan semangat yang tidak tahu kapan akan memecah jadi uraian karya, yang satunya kemudian, hidup dengan optimisme yang lumayan stabil dan kesederhanaan yang membuatnya terus jalan saja tanpa peduli langit akan tersentuh ataupun tidak, mungkin karena tidak pernah memikirkannya. dan yang terakhir..yang satu ini, cukup logis dan sederhana, berjalan dengan segala yang masih ada dan yang ini lebih representatif untuk kalimat bertahan.untuk hidup. jenis yang satunya, yang paling berbeda, dia hanya punya keluhan pasrah dihatinya, dia tidak henti=hentinya memandangi langit, mungkin sesak. tapi..aku tidak yakin dia baik-baik saja.
Pagi ini hanya melongong dengan langit yang kadang keengganan muncul. hanya itu saja.
setidaknya terimakasih untuk hari ini/
Langganan:
Postingan (Atom)