kadang, untuk bisa berdiri di kedua kaki yang letaknya besilangan harus memiliki kekuatan lebih menopang tubuh..apalagi yang tak punya kaki..
semalaman menceracau dalam mimpi buruk.. hari ini sedikit merenung dan lagi-lagi mataku becek, meski diawali dengan binaran-binaran tak enak.
baru sadar, untuk sampai diposisi yang begini sekarang dan begitu kemarin..tidak pernah memikirkan mana yang lebih tinggi, hanya saja cukup sadar bahwa peran orang lain lah yang membuat aku yang kemarin dan aku sekarang, tetap berada dibawah.. tetap sama seperti kemarin, yang sangat menyedihkan adalah, ketika semua mata mendapatkan hal yang sangat terlihat, nampak luar biasa pada aku..tapi sebenarnya bukan..tidak. jika kalian tahu bahwa aku berada di tempat orang2 hebat itu..maka akulah yang paling rendah penghargaannya..akulah orang terakhir yang keistimewaannya rendah. kemampuannya rendah dan aku yakin ini bukan obat untuk mataku yang sedari tadi berkaca-kaca.. hanya saja kalimat dan kesadaran begini merupakan bahasa menemani. setidaknya logikaku tidak sendirian sakit, karena hatiku juga ikut menemani phobia nya.
katanya, kata seorang teman hidupku begini semalam ' kau tahu, kenapa para profesor itu dianggap kompeten?? bukan karena mereka hebat karena ilmu mereka. tapi mereka juga mampu mengalahkan emosi , mereka,.perasaan direndahkan dan hati yang dipukuli'
diakhir kalimatnya yang banyak ada kata maaf disana, aku mengerti dia tidak bermaksud meninggalkanku. terimakasih untuk semuanya.
sesuatu yang tidak bisa kita duga, aku dengan sangat mudah ada disana dan disini..tapi apa kalian tahu, untuk berada di tempat satu dan dua atau ketiga.. aku bisa saja disana dengan berjalan memakai sandal biasa yang diberikan orang lain padaku. sedang disana, tempat yang aku tuju.. mereka semua memakai sepatu atau sandal bertali yang mereka beli sendiri. bagaimana perasaanmu ketika jadi aku? deddy long legs, aku fikir aku punya hal semacam itu dalam hidupku. deddy long legs..
aku sudah mengalami, ini, dmana semuanya terlihat mengemis selain pada Tuhan.. hhh..mengemis selain pada Tuhan.
Kamis, 21 November 2013
Selasa, 12 November 2013
Sabtu, 09 November 2013
episode 2
apa kabar?? pagi ini, memulai semuanya dengan menyeruput sereal coklat, diluaran titik-titik hujan masih bergelayutan, kaca jendelaku masih sangat buram sisa tangisan langit semalaman yang benar-benar berisik minta didengarkan. aku rasa, para langit bertengkar semalaman, dan mereka sibuk memintaku untuk mendukung mereka satu per satu. aku harap malam ini mereka tak lagi bertengkar, hingga aku bisa tertidur.
*
" paket A ya mbak, seperti biasa" wanita yang ramah ini, tubuhnya langsing, cantik,berseragam merah putih dengan motif kotak-kotak pada bagian bajunya menyiapkan pesanan makan malamku disalah satu supermarket
" oke, thank you"
aku membalasnya dengan senyum lebar.
seperti biasa, mereka memutarkan lagu-lagu romantis yang ringan didengar. aku sudah sangat hafal dengan urutan lagu yang akan diputar. aku menikmatinya, suasananya tidak begitu ramai. hanya ada beberapa orang yang duduk dimeja makan. para remaja berseragam sekolah, pria dewasa yang diperkirakan se usiaku, beberapa wanita dengan dandanan formal layaknya seorang karyawan perusahaan.
"makan disini lagi?" seketika aku menoleh, kudapati pria dengan postur sedang, kulit kuning langsat, tersenyum ramah, seketika otakku memutar-mutar bagian-bagian memorinya yang aku harap aku biosa menemukan wajah itu dengan suara yang kurasa aku mengenalnya.
"kenapa? minggu lalu waktu sarapan..., inget?" wajah itu, wajah yang bersih. harum yang membuatku ingat dengan suatu pagi menyenangkan.
"oh..mas nya. apa kabar?" aku lega, akhirnya aku mengingatnya.
"baik, o ya, saya disini lagi ya. semua meja, sepertinya sedang penuh" dengan santai iya meletakkan makanan dan minumanya di hadapan makananku, kami berbagi meja saat itu, meja yang aku pilih meja untuk berdua yang kursinya saling berhadapan. sedang kulihati sekitar, ternyata benar, semua meja penuh dengan 2, 3. 4, bahkan meja besar sudah penuh. dan aku, hanya aku yang tersisa. aku kemudian berfikir. jiuka aku jadi pria ini. pria berbaju biru muda ini juga, aku akan melakukan hal yang sama.
"o, ya. by the way. kita kebetulan ketemu lagi ya"
"hmm, kalo sekali lagi. mas nya harus kasih saya gelas cantik"
"hahahaha.. bener juga. ok deh, berarti saya harus beli gelas cantik setelah ini kelantai 2"
"bencanda" aku juga terseyum sambil tertawa ringan.
obrolan yang akrab, aku merasa nyaman, kami terus makan dengan santai. dan aku juga masih menikmati lagunya, sesekali aku akan menebak lagu berikutnya, dan pria muda didepanku itu terlihat akrab, dengan hanya senyum dan meng-iya-kan dengan antusias.
ditengah-tengah perbincangan, terdengar suara handphone.
halo, oh. iya. ok. iya sekarang. tunggu disana
wajah itu, terlihat berubah nuansa yang aku tidak kenapa sangat aneh. sejurus kemudian dia terdiam. aku bahkan tidak berani bertanya apa-apa.
"sorry ya, saya duluan"
"oh, iya. ok" aku sedikit kebingungan dengan sikap itu, sikap dingin yang berbeda. aku juga merasa khawatir, di otakku sedikit munafik ingin bertanya-tanya apa yang sedang terjadi memangnya meski aku sibukkan untuk menyuruh otakku diam.
*
akhirnya perasaan bosan yang sedari tadi ku tahan berakhir dengan beranjaknya aku dari tempat duduk itu, harum parfum itu. aku jadi penasaran untuk mencari merk apa. aku kemudian kelantai 2 untuk berjalan-jalan dan berkeliling mencari beberapa barang dan makanan ringan. disudut sana, entah kenapa. aku menemukan gelas-gelas cantik. lagi-lagi teringat pria itu, pria yang duduk dihadapanku tadi. pria yang aku bahkan tidak tahu namanya. aku benar-benar berharap bisa bertemu dengannya lagi.
to be continued..
Jumat, 08 November 2013
episode 1
salah satu doaku padaNya adalah.. agar aku dicintai. aku kini mengerti, ternyata memang aku sudah mulai dalam proses dicintai mungkin. aku hanya berfikir tentang bagaimana menerima, padahal,..ketika kita banyak mencintai, maka kita akan banyak dicintai..jadi me- daripada di itu akan membuat hidup jauh lebih berkesan.
suatu pagi di salah satu supermarket dekat tempat tinggalku yang aku akan menghabiskan sarapan pagi disana, suasananya nyaman dan menurutku cukup. Minggu pagi, aku bahkan hampir lupa dengan hari. mataku tertuju pada ibu dan anak perempuannya yang jika aku perkirakan usianya adalah usia belasan, usia-usia remaja. kau tahu, aku sedari tadi melihatinya dengan banyak sekali kalimat dan komentarku disana. dia cantik, wah..dia bahkan tidak melihat sekitarnya karena sibuk mengobrol dan sesekali ia menampakkan wajah kesal manja dan kemudian tertawa tipis manja. aku rasa, ia sangat bahagia. aku akui..aku iri.
karena terlalu sibuk melihati fikiranku yang mengobrol satu sama lain, aku jadi tak sadar ternyata ada seseorang disampingku yang ketika aku menoleh, kudapati ia sedang melihatiku keheranan. itu terlihat dari kerut keningnya yang berlipat-lipat dan satu alis mata yang berjungkit keatas. lalu aku hanya senyum kemudian buru-buru menghabiskan makananku dan menyeruput kopi hangatku.
"lagi mikirin apa mbak?" suara itu terdengar sedikit mengejutkan dari seseorang yang harusnya meninggalkan meja makannya karena bertemu dengan orang sepertiku, ditambah lagi dia sudah mendapati keheranan dengan sikapku yang tanpa aku sadari aku ternyata senyum-senyum sendiri.
"eh, ga mikirin apa-apa kok mas" jawabku sambil tersenyum tipis dan menoleh sekilas tanpa melihat wajahnya dan kembali sibuk memutar-mutar cangkir kopi yang sudah mulai dingin.
"sering sarapan disini?"
"setiap hari minggu, tapi kalau hari-hari lain tidak tentu, mas. mas nya?" aku mencoba untuk mengakrabkan diri pada suasana asing itu
"baru kali ini, tempatnya enak, makananya simple. jadi bisa langsung balik ke kantor kalo udah selesai"
"oh.." aku hanya menjawab itu, satu respon dengan satu kata yang membuat suasana hanya dipenuhi dengan lagu itu, lagu yang aku suka dengan lirik yang membahagiakan. aku yakin, aku tidak hanya senyum-senyum sendiri karena mpelihat kemesraan ibu dan anak perempuannya yang cantik, tapi juga karena lagu ini
"saya duluan ya" laki-laki itu akhirnya beranjak dari kursi disebelah kiriku.
"oh, ya" dengan canggung aku membalas pamitnya. wangi parfumnya masih tertinggal di meja kami tadi, wangi yang khas. aku sepertinya belum pernah mencium yang seperti itu tadi.
matahari mulai memanas, aku rasa benar-benar harus pergi dan menulis lagi dikamar itu. kamar yang aku lebih banyak didalamnya, tempat tinggal yang kecil. tapi lumayan nyaman untukku, sekarang saatnya aku membayar tagihan sarapanku
sebelum aku sampai dihadapan kasirnya dan membawa struk bill ku, gadis cantik yang berseragam merah putih dengan motif kotak-kotak itu sudah tersenyum ramah dan merapatkan telapak tangannya saling berhadapan pertanda salam.
"pagi mbak.." dengan senyum ramah juga aku menyapa dan sejurus kemudian aku menyodorkan uangku
"oh, maaf mbak. bill nya sudah dibayar" eh, aku bingung.
"dibayar sama siapa mbak?"
"sama ibu-ibu yang duduk di depan mbak tadi, yang berdua bersama anaknya"
"oh..wah,..makasih ya mbak"
"sama-sama mbak, selamat datang kembali"
wah..kau tau, aku merasa ibuku sedang melihatiku sedari tadi. aku hanya tersenyum dan kemudian kembali pulang.
to be continued... ^_^
Selasa, 08 Oktober 2013
rAbu Abu-Abu
Setiap manusia itu, katanya memiliki keunikan sendiri..yang nanti salah satu refleksinya ada pada loyalitas, tendensi skill, sudut pandang dll. klise memang berbicara ini pada kalian.
Rabu yang Abu-Abu.. tepat, head coverku abu-abu, dengan background langit abu-abu sedari tadi pagi, halte bis yang sangat ramai tapi orang-orang disana punya banyak ekspresi yang bergelayutan di air muka mereka, bis kota yang sesak, tapi sangat pendiam, tempat kerja yang biasa dengan sendirinya menepis segala-gala yang aku ingin tepis pun, benar-benar tidak bisa menepis segala-gala pagi ini.
Rabu Abu-Abu hari ini, berangkat dari kalimat tanyaku pada seseorang
" Apa kau sayang padaku? "
sayangnya tidak ada jawaban, benar-benar tidak dijawab.. anggap saja jawabannya adalah "tidak"
kemudian melanjutkan pencarianku tentang hidup teman-temanku dimasa lalu..mereka, terlihat semangat, hidup mereka benar-benar terbuka, aku..sampai bisa mendegar mereka berceloteh dari setiap posting yang mereka katakan disana, dihalaman elektronik itu, mereka terlihat sangat ceria, aku .aku tidak punya perasaan apapun membaca mereka, anggap saja, aku jadi pendengar dan pembaca yang buruk.
Aku selalu saja disebut-sebut didalamnya, tapi aku sama sekali tidak pernah bersuara sedikitpun, hanya menatap dan mengalirkan air mata..atau mungkin tersenyum secukupnya.
hanya memandangi dan mendengarkan mereka satu persatu, aku masukkan dalam memoriku dan kemudian aku peri lagi setelah mereka selesai. Aku rasa itu cukup.
Kau tau hidup mereka, beberapa orang itu disana hanya ada 2 jenis, dari 5 orangnya..sedang bertahan untuk hidup, sedang yang satu nya..sedang hidup untuk bertahan. keliama orang ini.. ada yang sedang benar-benar indah sangat hidupnya dengan kesadaran akan hai yang membuncah luap, yang berikutnya, dia sedang dalam proses logis dengan kecemasan yang tersimpan tipis, yang satunya adalah bongkahan semangat yang tidak tahu kapan akan memecah jadi uraian karya, yang satunya kemudian, hidup dengan optimisme yang lumayan stabil dan kesederhanaan yang membuatnya terus jalan saja tanpa peduli langit akan tersentuh ataupun tidak, mungkin karena tidak pernah memikirkannya. dan yang terakhir..yang satu ini, cukup logis dan sederhana, berjalan dengan segala yang masih ada dan yang ini lebih representatif untuk kalimat bertahan.untuk hidup. jenis yang satunya, yang paling berbeda, dia hanya punya keluhan pasrah dihatinya, dia tidak henti=hentinya memandangi langit, mungkin sesak. tapi..aku tidak yakin dia baik-baik saja.
Pagi ini hanya melongong dengan langit yang kadang keengganan muncul. hanya itu saja.
setidaknya terimakasih untuk hari ini/
Rabu yang Abu-Abu.. tepat, head coverku abu-abu, dengan background langit abu-abu sedari tadi pagi, halte bis yang sangat ramai tapi orang-orang disana punya banyak ekspresi yang bergelayutan di air muka mereka, bis kota yang sesak, tapi sangat pendiam, tempat kerja yang biasa dengan sendirinya menepis segala-gala yang aku ingin tepis pun, benar-benar tidak bisa menepis segala-gala pagi ini.
Rabu Abu-Abu hari ini, berangkat dari kalimat tanyaku pada seseorang
" Apa kau sayang padaku? "
sayangnya tidak ada jawaban, benar-benar tidak dijawab.. anggap saja jawabannya adalah "tidak"
kemudian melanjutkan pencarianku tentang hidup teman-temanku dimasa lalu..mereka, terlihat semangat, hidup mereka benar-benar terbuka, aku..sampai bisa mendegar mereka berceloteh dari setiap posting yang mereka katakan disana, dihalaman elektronik itu, mereka terlihat sangat ceria, aku .aku tidak punya perasaan apapun membaca mereka, anggap saja, aku jadi pendengar dan pembaca yang buruk.
Aku selalu saja disebut-sebut didalamnya, tapi aku sama sekali tidak pernah bersuara sedikitpun, hanya menatap dan mengalirkan air mata..atau mungkin tersenyum secukupnya.
hanya memandangi dan mendengarkan mereka satu persatu, aku masukkan dalam memoriku dan kemudian aku peri lagi setelah mereka selesai. Aku rasa itu cukup.
Kau tau hidup mereka, beberapa orang itu disana hanya ada 2 jenis, dari 5 orangnya..sedang bertahan untuk hidup, sedang yang satu nya..sedang hidup untuk bertahan. keliama orang ini.. ada yang sedang benar-benar indah sangat hidupnya dengan kesadaran akan hai yang membuncah luap, yang berikutnya, dia sedang dalam proses logis dengan kecemasan yang tersimpan tipis, yang satunya adalah bongkahan semangat yang tidak tahu kapan akan memecah jadi uraian karya, yang satunya kemudian, hidup dengan optimisme yang lumayan stabil dan kesederhanaan yang membuatnya terus jalan saja tanpa peduli langit akan tersentuh ataupun tidak, mungkin karena tidak pernah memikirkannya. dan yang terakhir..yang satu ini, cukup logis dan sederhana, berjalan dengan segala yang masih ada dan yang ini lebih representatif untuk kalimat bertahan.untuk hidup. jenis yang satunya, yang paling berbeda, dia hanya punya keluhan pasrah dihatinya, dia tidak henti=hentinya memandangi langit, mungkin sesak. tapi..aku tidak yakin dia baik-baik saja.
Pagi ini hanya melongong dengan langit yang kadang keengganan muncul. hanya itu saja.
setidaknya terimakasih untuk hari ini/
Rabu, 02 Oktober 2013
Brownies Duka
pagi-pagi sudah bertemu orang-orang wilayah sekitar dijalan..menyapa dan mencoba tersenyum..tapi herannya, kenapa mereka satupun tidak membalas tersenyum atau membalas sapaanku..?
aku berfikir sambil berjalan lurus saja..yang ada didalam benakku adalah
apa kehidupan terlalu sulit sampai susah sekali tersenyum saja?
yah, dari raut-raut mereka yang kelelahan meski dalam pagi yang buta, mereka seperti tidak tidur berhari-hari..oooh...ya ALLAH..kenapa semakin tidak bersyukur saja aku ini.. aku sibuk mengurusi hal-hal picisan dan patah hatiku yang tidak lagi mereka fikirkan untuk sekedar uang atau makan sehari-hari.
betapa tidak sopannya aku, ketika banyak orang yang menahan diri dari makan apapun yang mereka mau, sedang mereka tidak memiliki apapun untuk ditukarkan..sedang aku..menelan makanan yang tersedia dimejaku setiap hari saja..aku enggan, karena alasan tidak nafsu, makanannya membuatku sesak, aku sangat sakit dihati sampai aku tidak bisa makan apapun..hh TUHAAN..tambahkan rasa syukurku. berikan rasa ikhlas..agar aku bisa lebih mudah berjalan dan tidak lagi malas sampai terlihat merangkak, sedang aku masih bisa berdiri dan berjalan bahkan berlari secepat apapun yang aku mampu.
Aku tetap meneruskan pagi dengan planning yang ada, membuat kue, Brownies untuk berbuka puasa beberapa orang yang hari ini aku ingin berikan pada mereka...tapi, lagi-lagi aku tidak punya semangat..entah kenapa..ayolah!! harusnya kau membuat Brownies cinta, atau Brownies kegirangan, atau Brownies kasih sayang, atau touching Brownies yang mana siapapun yang memakannnya akan merasa terharu. tapi ini..aku namai Brownies Duka.
konsepnya seperti brownies biasa..hanya saja, aku tambahkan buliran kacang didalamnya, lalu akan aku hiasi dengan dengan keju yang akan aku ukir bentuk luka atau bentuk pagar diatasnya secara acak, filosofinya, aku ingin mereka tau aku sedang terluka, aku hanya ingin dihibur..lalu, kacangnya, aku membuat itu sebagai memori yang harus dinikmati, terlepas dari mereka atau salah satu dari mereka suka atau tidak, yang jelas dengan memori-memori itu, aku tetap saja terluka luar dalam.
aku berfikir sambil berjalan lurus saja..yang ada didalam benakku adalah
apa kehidupan terlalu sulit sampai susah sekali tersenyum saja?
yah, dari raut-raut mereka yang kelelahan meski dalam pagi yang buta, mereka seperti tidak tidur berhari-hari..oooh...ya ALLAH..kenapa semakin tidak bersyukur saja aku ini.. aku sibuk mengurusi hal-hal picisan dan patah hatiku yang tidak lagi mereka fikirkan untuk sekedar uang atau makan sehari-hari.
betapa tidak sopannya aku, ketika banyak orang yang menahan diri dari makan apapun yang mereka mau, sedang mereka tidak memiliki apapun untuk ditukarkan..sedang aku..menelan makanan yang tersedia dimejaku setiap hari saja..aku enggan, karena alasan tidak nafsu, makanannya membuatku sesak, aku sangat sakit dihati sampai aku tidak bisa makan apapun..hh TUHAAN..tambahkan rasa syukurku. berikan rasa ikhlas..agar aku bisa lebih mudah berjalan dan tidak lagi malas sampai terlihat merangkak, sedang aku masih bisa berdiri dan berjalan bahkan berlari secepat apapun yang aku mampu.
Aku tetap meneruskan pagi dengan planning yang ada, membuat kue, Brownies untuk berbuka puasa beberapa orang yang hari ini aku ingin berikan pada mereka...tapi, lagi-lagi aku tidak punya semangat..entah kenapa..ayolah!! harusnya kau membuat Brownies cinta, atau Brownies kegirangan, atau Brownies kasih sayang, atau touching Brownies yang mana siapapun yang memakannnya akan merasa terharu. tapi ini..aku namai Brownies Duka.
konsepnya seperti brownies biasa..hanya saja, aku tambahkan buliran kacang didalamnya, lalu akan aku hiasi dengan dengan keju yang akan aku ukir bentuk luka atau bentuk pagar diatasnya secara acak, filosofinya, aku ingin mereka tau aku sedang terluka, aku hanya ingin dihibur..lalu, kacangnya, aku membuat itu sebagai memori yang harus dinikmati, terlepas dari mereka atau salah satu dari mereka suka atau tidak, yang jelas dengan memori-memori itu, aku tetap saja terluka luar dalam.
Selasa, 01 Oktober 2013
Cinta monyet ke..5
kali ini..udah SMA..hahahhaa..akhirnya SMA juga.. :) setiap hari aku benar2 melaluinya dengan semangat yang naik turun disini. tanah ini.. lantainya yang penuh kebanggaan di SMA ku yang penuh dengan suka cita..emosi..cinta..persahabatan..cinta monyet yang tak karuan dan tak jelas muaranya..kebanggaan..kekerdilan..keletihan..kenakalan..keangkuhan..kemunafikan..kedalaman rasa..loyalitas..haru..semua-muanya disini..
17 Agustus 2007
12:30 pm
"kamu yakin udah mau keluar? sekarang kan masih belum istirahat?" tanya teman ku itu, Rosa delima namanya, seorang katolik yang taat.
"ga kok, aku cuma mau ada yang diliat" senyum-senyum sambil berlalu
" kak Robi ya? emang kamu beneran suka tah sama ka Robi?"
"ga sih, tapi kayaknya ga keren aja gitu ga ada yang disukain semasa SMA dan, aku ka Robi aja"
"ka Robi kan terkenal, ketua OSIS, ketua Rohis. pinter lagi. emang dianya mau sama kamu?"
"ya ga mungkin mau lah Ros,, cuma biar ada yang kayak di fans in aja.,."
ang
dia manggut2 dengan ekspresi aneh..
sampai beranjak ke kelas dua, aku memilih IPS. jadi siswi kelas Sosial sepertinya jadi lebih leluasa dan lebih bisa eksplore. itu yang difikirkan..Say good bye untuk Anggun, Wahyu..mereka ada dikelas IPA..baiklah dimulai disini
suatu hari, dengan tingkah pecicilanku, aku keluar kelas dengan sepatu biasa yang ku injak bagian belakangnya..dan tiba-tiba ketika aku berlari kakiku tersandung sesuatu di depan ruang kelas X.
gedebuk..
aku jatuh..menghadap tanah..kau tau setelah aku merasa aku kesakitan..
"wah, ga apa2?" suara itu.suara laki2.terdengar asing dibelakangku..sedang aku masih terbaring sambil bilang
"ya, ga apa2 kok, fine" sambil bingung harus cepat2 bangun dan tak mau melihatnya ..tidak mau menoleh dan menampakan wajahku . jadi aku langsung bangun dan jalan lurus saja sambil pincang2.
17 Agustus 2007
12:30 pm
"kamu yakin udah mau keluar? sekarang kan masih belum istirahat?" tanya teman ku itu, Rosa delima namanya, seorang katolik yang taat.
"ga kok, aku cuma mau ada yang diliat" senyum-senyum sambil berlalu
" kak Robi ya? emang kamu beneran suka tah sama ka Robi?"
"ga sih, tapi kayaknya ga keren aja gitu ga ada yang disukain semasa SMA dan, aku ka Robi aja"
"ka Robi kan terkenal, ketua OSIS, ketua Rohis. pinter lagi. emang dianya mau sama kamu?"
"ya ga mungkin mau lah Ros,, cuma biar ada yang kayak di fans in aja.,."
ang
dia manggut2 dengan ekspresi aneh..
sampai beranjak ke kelas dua, aku memilih IPS. jadi siswi kelas Sosial sepertinya jadi lebih leluasa dan lebih bisa eksplore. itu yang difikirkan..Say good bye untuk Anggun, Wahyu..mereka ada dikelas IPA..baiklah dimulai disini
suatu hari, dengan tingkah pecicilanku, aku keluar kelas dengan sepatu biasa yang ku injak bagian belakangnya..dan tiba-tiba ketika aku berlari kakiku tersandung sesuatu di depan ruang kelas X.
gedebuk..
aku jatuh..menghadap tanah..kau tau setelah aku merasa aku kesakitan..
"wah, ga apa2?" suara itu.suara laki2.terdengar asing dibelakangku..sedang aku masih terbaring sambil bilang
"ya, ga apa2 kok, fine" sambil bingung harus cepat2 bangun dan tak mau melihatnya ..tidak mau menoleh dan menampakan wajahku . jadi aku langsung bangun dan jalan lurus saja sambil pincang2.
*
hari ini hari senin, hh.. meniup acord dari pianika..yang lain bernyanyi..dan sebagiannya bermain menekan nada..aku ada dibarisan belakang paduan suara untuk kenaikan bendera.
beberapa lagu kebangsaan sudah di lakukan, dan kemudaian amanat..kemudian pengumuman. aku nyaris mngabaikan pengumuman yang akan disampaikan..saat itu pengumuman tentang peringkat Umum Paralel. aku rasa aku tidak akan masuk kedalamnnya
"dan juara Umum Paralel Pertama atas nama***** " oh, itu namaku? yakin itu namanku? wah.. bagaimana bisa
teman2 ku..benar2 melihatiku dengan bangga dan terlihat senang..
\
"Aku, Nggun?"
"Iya bodoh! kau. cepat sana ambil!"
kau tau, saat itu..aku berdiri dihadapan seluruh masyarakapt sekolah..dan aku melihat satu sosok itu, sosok paling depan diantara teman-temannya yang lain. pria putih itu, dengan cukuran rambut tipis dan tubuh yang tidak begitu tinggi, ada jam tangan hitam ditangan kanan nya yang terlihat sibuk bergetar2 karena tepuk tangannya yang sangat kencang dan bersemangat. aku merasa dia jadi orang ang paling senang melihatiku memegang piagam itu. saat itu, yang ada dalam pandanganku adalah..Robi. ka Robi.
setiap hari..masih sama, yang berbeda adalah..banyak orang yang mengenalku, guru-guru yang tidak juga banyak mengenalku..karena terlalu begitu, sampai ada guru yang melabelku jadi, " oh, **** yang liar itu ya?" busyet, label yang paling apresiatif yang pernah kuterima, dari, miss independent, miss gupek., miss incredible, miss songong..haha ..yang ini "Liar" berasa pergi pagi pulang pagi ye..
*
"Antum kalo mau istirahat, yang akhwatnya diatas aja ya wudunya" suara itu tidak asing..setelah memutar-mutar ingatan dan memoriku ini..aku, ya. ternyata saat itu, yang mendapatiku dalam keadaan sangat memelukan adalah ka Robi..oooh, God. what should I do now? selalu bertanya begitu dalam hatiku sambil meringis2.
"iya ka, jazkallah" nadaku..melunglai dan aku merasakan angin kepergiannya begitu saja.
aku tidak pernah mendengar, berbicara atau menyapa satu sama lain dalam kesempatan apapun, makanya baru tahu, ternyata itu ka Robi. aku memang mengerti kenapa begitu,, dia adalah seorang teladan Rohis (Rohani Islam) dimana komunikasi wanita dan laki-lakinya tidak sebebas yang diinginkan. lebih menjaga dan tidak saling memandang. berbicara seperlunya meski aku sekarang juga tergabung dalam oraganisasi yang dia juga ada didalamnya, tapi..mengingatkan, aku bergabung bukan karena ka Robi, tapi karena aku tersentuh luka dan suka ku disini. orang2 yang berbicara pakai hati bukan pakai logika. aku nyaman dengan ini.
hari ke hari..aku jadi lebih dan kemudian sangat sibuk, aku harus sibuk dengan ini dan itu..sampai suatu ketika aku jadi lupa tentang cinta monyet itu,,cinta monyet yang aku tidak tau itu cinta atau karena hal2 yang dibuat saja. terkadang hanya senyum-senyum saja..lelah..dan bangga..senang..dan mengiris2 hati atas cacian, kesulitan yang menghadang. aku merasakannya. SAY THANKS TO MY SENIOR HIGH SCHOOL N MAY FRIENDS
Anggun si Anggrek Ungu
Wahyu si Mawar Merah
Hasni si Aster Putih
Anda si Bunga Kertas
dan.. mianathaa untuk Mia ku si Abu-abu jika banyak membuatmu sakit karena mengenalku.
Langganan:
Postingan (Atom)